Oleh: Majalah Infovet (Infovet Magazine) | September 27, 2007

Jalur Tata Niaga Penyebab Harga Ayam Tinggi

Menteri Pertanian Anton Apriantono mengatakan ada jalur tata niaga yang kurang tepat yang menyebabkan harga ayam di tingkat eceran masih tinggi, sementara harga di tingkat peternak mengalami penurunan menjadi Rp9.400 per ekor.

“Mengherankan juga harga di tingkat konsumen belum turun, tapi di tingkat peternak sudah turun. Ini ada yang kurang pas di jalur tata niaga,” kata Anton, di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis.

Dia mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil para peternak besar dan peternak kecil, dan meminta peternak besar untuk bisa mengamankan stok dengan tidak melepaskan ayam dalam jumlah besar dan lebih menyimpannya di “storage”.

“Itu jadi salah satu solusinya agar harga ayam ditingkat peternak tidak jatuh. Saya belum tahu kenapa harga di tingkat peternak sudah turun tapi di konsumen belum,” ujar dia.

Namun, menurut dia, yang terjadi saat ini memang sudah kelebihan pasokan. Karena itu dalam waktu dekat hal tersebut akan dibicarakan.

Sementara itu, untuk menstabilkan harga ayam secara berkesinambungan, dia mengatakan, akan dicoba jalan keluar dengan sebuah program yang mempersatukan peternakan, rumah potong ayam (RPA), dengan “cool storage”.

Namun, menurut dia, walaupun saat ini anggarannya terbatas, tahun ini sebenarnya sudah dimulai membuat fasilitas RPA di sentra -sentra produksi peternakan. Berikutnya ternyata kebutuhan “cool storage” juga perlu.

Selain itu, dia mengatakan, jika program tersebut berjalan perlu juga ada pendidikan kepada masyarakat bahwa mengkonsumsi ayam yang dibekukan akan lebih aman karena mikroba yang ada pada daging ayam akan mati dan daging ayam juga tidak sempat terkontaminasi oleh zat apapun karena langsung dibekukan.

“Jika perlu ada pendidikan kemasyarakatan tentang ayam beku yang lebih sehat, sehingga image ayam beku tidak sehat dapat dihilangkan,” katanya.

Koordinator dari Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia, Don P Utoyo mengatakan, adanya 3 in 1 pada peternakan unggas sangat baik. Dimana sentra peternakan kecil dapat diberikan fasilitas RPA dan “cool storage” bersama.

Dengan adanya “cool storage” ini, menurut dia, akan menjaga kestabilan harga daging ayam di pasaran, karena pada saat harga ayam turun peternak tetap dapat memotong ayamnya dan menyimpannya ke “storage”. Saat harga membaik , ayam tersebut dapat dikeluarkan,kata dia.(*)

Copyright © 2007 ANTARA


Responses

  1. thanks for this informations


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: