Oleh: Majalah Infovet (Infovet Magazine) | September 27, 2007

Jelang Puasa, Broiler dan Telur Terus Naik (8/9/2007)

MEMUNCAK jelang bulan Ramadhan, agaknya ekspetasi peternak sebagai produsen terpenuhi. Pasalnya, harga komoditas telur dan broiler kembali menguat mengikuti tren permintaan. Meski penilaian pelaku pasar terhadap daya beli masyarakat masih lemah, ternyata tradisi tahunan munggahan tetap berpengaruh terhadap penguatan harga.

Gonjang-ganjing tren kenaikan harga berbagai komoditas menyambut puasa agaknya kini memasuki masa puncaknya. Diantaranya komoditas telur. Dari catatan PINSAR, sudah enam pekan lebih harga telur tergolong mengesankan, tetapi kenaikan belum juga terhenti meski dalam kisaran terbatas. Menurut hasil pemantauan, penguatan harga telur di pekan ini sebagian disebabkan pengaruh tradisi munggahan yang sudah lazim mendongkrak permintaan masyarakat terhadap telur. Dan selebihnya dipengaruhi aksi panic buying oleh kalangan agen atas kelangkaan telur pada pekan lalu.

Seperti yang disampaikan beberapa media cetak nasional, kenaikan telur di tingkat eceran kini telah mencapai Rp 11500-12000/kg. Di mata aparat pemerintah, agaknya laporan media cetak ini cukup mengusik jajaran kementrian bidang ekonomi yang khawatir terhadap lonjakan angka inflasi. Padahal ketika memasuki hari puasa, harga telur secara otomatis akan menurun.
Sementara itu, di sisi produksi, peternakpun sesungguhnya belum bebas dari masalah. Kenaikan harga bibit ayam petelur yang telah tembus Rp 6000/ekor, harga pakan yang mendekati Rp 3000-an/kg dan ancaman serangan penyakit akibat cuaca yang tidak stabil terus menghantui mereka. Maka menjadi ironi, ketika harga telur merangkak naik, peternak juga terbebani harga sarana produksi yang terus meroket.

TIDAK jauh beda dengan telur, komoditas broiler kini juga menunjukkan performan harga yang bagus di mata peternak. Secara perlahan pergerakan harga broiler sepekan terakhir masih melanjutkan kenaikannya dari pekan lalu. Diduga kenaikan ini juga dipicu oleh momen munggahan yang mendorong tingginya permintaan.

Meski gairah pasar dilaporkan biasa saja, namun nampaknya kondisi permintaan broiler daerah dalam perdagangan pekan ini menunjukkan peningkatan dibanding dengan pekan lalu yang dilaporkan sepi. Di pekan depan, potensi kenaikan lebih lanjut masih cukup terbuka, mengingat stok ayam, khususnya untuk ukuran besar masih relatif langka, terutama di pasar Jabodetabek.
Seperti halnya peternak layer, peternak broilerpun diliputi problem harga sarana produksi yang kian tinggi. Harga pakan dan DOC broiler yang tinggi dan kelangkaan pasok bibit yang langka sepertinya tidak memberikan kesempatan bagi peternak, khususnya peternak mandiri untuk mengambil manfaat di momen perayaan keagamaan. Selengkapnya data harga disajikan dalam tabel.

Sumber: Pusat Informasi Pasar Unggas Nasional


Responses

  1. this is the live, and nothing is good


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: