Oleh: Majalah Infovet (Infovet Magazine) | September 25, 2007

Deptan Sertifikasi Peternakan Unggas

Pemberian Sertifikat Akan Dievaluasi secara Berkala Departemen Pertanian akan melakukan kompartementalisasi atau penerbitan sertifikat bebas flu burung bagi peternakan unggas sektor satu hingga sektor tiga atau peternakan besar. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari kerugian pada peternak karena unggasnya yang bebas flu burung ditolak masyarakat. Direktur Kesehatan Hewan Departemen Pertanian Muzni Suatmodjo di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (25/9), menyatakan, kompartementalisasi itu merupakan aplikasi dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang pelibatan pemimpin daerah dan Tentara Nasional Indonesia dalam menangani flu burung.Departemen Pertanian saat ini sudah mulai menyosialisasikan konsep tersebut ke daerah-daerah, seperti yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa.Menurut Muzni, kompartementalisasi menjadi penting karena mulai ada penolakan unggas dari daerah yang terkena flu burung, seperti yang terjadi di Bali belum lama ini. “Padahal, unggas yang tak bisa keluar dari Bali tak semuanya terinfeksi flu burung. Ke depan, ini tak perlu terjadi karena peternakan yang sudah bersertifikat tetap bisa mengirimkan unggasnya kendati di daerah sekitarnya terjangkit flu burung,” katanya. Penolakan produk peternakan unggas tak hanya terjadi antardaerah di Indonesia, tetapi sudah terjadi pada hubungan perdagangan antarnegara. Ekspor bibit ayam (day old chicken/DOC) dari Jawa Timur ditolak oleh sejumlah negara tujuan sejak flu burung berjangkit di Indonesia.Muzni menambahkan, sebuah peternakan akan mendapatkan sertifikat setelah selama enam bulan tidak ditemukan virus flu burung tanpa pemberian vaksin pada unggas. Penilaian dan pemberian sertifikat pada peternakan akan dievaluasi secara berkala sehingga sertifikat tetap bisa dicabut jika suatu saat ditemukan kasus flu burung.Untuk peternakan rakyat atau sektor empat, konsep kompartementalisasi diadopsi dengan sistem kawasan atau zoning. Muzni mengatakan, peternakan rakyat akan bisa mendapatkan sertifikat bebas flu burung jika mereka tergabung dalam sebuah kelompok. Syarat lain, kata Muzni, para peternak rakyat tersebut harus mengandangkan unggasnya agar bisa mendapatkan sertifikat. (aha/KCM/PR)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: