Oleh: Majalah Infovet (Infovet Magazine) | September 24, 2007

Standardisasi Keamanan Makanan Tidak Masuk Agenda

KERJA SAMA RI-China. Masalah standardisasi keamanan makanan tidak masuk dalam agenda pertemuan ke-9 Komisi Bersama Indonesia-China yang berlangsung di Shanghai, China, 24-25 September 2007.

Hal itu dikemukakan Dubes RI untuk China, Sudrajat, di Beijing, Minggu (23/9), menjelang berlangsungnya pertemuan tahunan Komisi Bersama RI-China. Pertemuan bilateral itu rencananya dipimpin Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Perdagangan China Bo Xilai.

Agenda pertemuan di antaranya mengevaluasi kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara, serta membahas upaya peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi.

“Isu standardisasi keamanan makanan kedua negara tidak masuk dalam agenda pertemuan komisi bersama. Artinya, tidak ada rencana penandatanganan naskah kerja sama (MOU) atau kerja sama lain terkait dengan masalah keamanan makanan,” katanya.

Menurut Sudrajat, belum masuknya masalah standardisasi keselamatan makanan disebabkan belum adanya persiapan matang dari kedua negara, baik dari pihak karantina maupun badan pengawas obat dan makanan (BPOM).

“Pada bulan (September) ini kedua negara baru saja melakukan pertemuan untuk membicarakan masalah standardisasi makanan. Dengan demikian, masih perlu persiapan tambahan yang waktunya tidak bisa diagendakan dalam pertemuan komisi bersama,” kata Sudrajat.

Masalah standardisasi keamanan makanan antara Indonesia dan China sempat mencuat ketika Indonesia menolak produk impor China yang diketahui mengandung formalin yang dikhawatirkan membahayakan masyarakat jika dikonsumsi. Sebaliknya, China juga menolak produk perikanan asal Indonesia karena dinilai mengandung sejumlah zat berbahaya untuk dikonsumsi.

Meski demikian, kata Sudrajat, pada Oktober 2008 di Naning, China, akan digelar pertemuan tingkat menteri ekonomi China- ASEAN. Pertemuan itu di antaranya membahas kerja sama keamanan makanan di antara kedua negara tersebut.

Berkaitan dengan pertemuan tingkat menteri ekonomi itu, Pemerintah China sudah mengundang pihak karantina maupun yang terkait dengan bidang perdagangan. Menurut rencana akan dilakukan kerja sama untuk meningkatkan standardisasi keamanan makanan antara China- ASEAN.

Bertemu mitra

Pertemuan ke-9 Komisi Bersama RI-China, Senin ini, juga akan dihadiri oleh puluhan pengusaha Indonesia.

Atase Perdagangan KBRI di Beijing, Imbang Listiyadi, mengatakan, para pengusaha itu akan menggelar pertemuan dengan mitra pengusaha dari China untuk menjajaki peluang kerja sama dan membahas berbagai hambatan dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Pertemuan tahun ini adalah yang ke-9 setelah tahun sebelumnya berlangsung di Nusa Dua, Bali. Kedua negara sepakat bahwa pelaksanaan Komisi Bersama dilaksanakan secara bergantian di masing-masing negara. (lkt/ANTARA)

Sumber: Surat Kabar Harian Kompas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori