Oleh: Majalah Infovet (Infovet Magazine) | September 24, 2007

Pedagang Daging Jabodetabek Resah Praktik Monopoli

Bupati Tangerang, Ismet Abdullah, tengah melihat dari dekat persiapan penyediaan daging sapi untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran di tempat penggemukan sapi terbesar di Kabupaten Tangerang di Desa Kelor, Kecamatan Sepatan dan Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, dipastikan persediaan daging cukup.

Pedagang daging se-Jabodetabek, yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Daging (HPD), resah dengan adanya monopoli impor daging oleh dua perusahaan, yakni CV SLP dan PT CSU.

Menurut Sekjen HPD se-Jabodetabek, Udin Gardan di Jakarta, Kamis (20/9), adanya monopoli tersebut akan menyengsarakan pedagang, karena dengan demikian harga daging akan semakin tidak menentu.

“Sekarang saja, harga daging sudah menembus angka Rp 55.000/kg. Mungkin sudah dekat Lebaran, harga ini akan semakin melambung. Jelas hal ini tidak hanya menyulitkan masyarakat untuk membeli daging, tetapi juga kesulitan bagi para pedagang untuk menjualnya,” kata Udin.

Udin, yang pada kesempatan itu didampingi penasihat HPD, Roni Syahroni menyesalkan adanya izin impor yang diberikan kepada kedua perusahaan tersebut. Apalagi mereka mendengar kedua perusahaan tersebut, dimiliki oleh satu orang saja. “Karena itu, kami meminta pemerintah untuk mencabut monopoli tersebut,” ujar dia.

Mereka meminta kepada pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta, agar memberikan kesempatan kepada seluruh importir daging untuk bersaing secara sehat. “Dengan banyaknya importir yang mendapatkan izin, harga pun akan semakin bersaing, dan kami bisa menjual ke masyarakat juga dengan harga yang terjangkau,” ujar dia.

Sementara itu, penasihat HPD, Roni Syahroni juga menyesalkan adanya kebijakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terkesan plin-plan dalam mengeluarkan pernyataan mengenai larangan impor daging asal Kanada, karena diragukan kehalalannya. Namun dalam perjalanannya, MUI mencabut pernyataan tersebut, dan menyatakan daging asal Kanada halal.

“Bahkan, mereka menyebutkan daging asal Australia dan Selandia Baru diragukan kehalalannya. Padahal, sudah sejak 26 tahun kami jualan daging asal Australia dan Kanada, tetapi kok baru sekarang dinyatakan tidak halal. Kalau begitu, siapa yang mau menanggung dosa selama 26 tahun lalu?” tegas Roni.

Menurut rencana, jika imbauan ini tidak mendapat tanggapan dari pemerintah, sekitar 100.000 pedagang daging se-Jabodetabek akan menggelar “silaturahmi” ke DPR dan Istana Negara.

Stok Aman

Sementara itu, kebutuhan daging sapi sejak H-7 hingga H+7 Lebaran untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, dipastikan aman. Kepastian ini berdasarkan perhitungan kebutuhan daging sapi dengan stok sapi.

Untuk Jakarta, Tangerang memasok daging sapi hingga 40 persen dari total kebutuhan. “Stok daging untuk Lebaran sangat aman,” ujar Bupati Tangerang, Ismet Iskandar saat mengunjungi tempat penggemukan sapi di Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan, Kamis (20/9).

Menurut Ismet, untuk kebutuhan Lebaran, Tangerang menyiapkan 30.000 ekor sapi siap potong, yang berasal dari tiga lokasi peternakan besar di Tangerang, yakni PT Tunggal Unggul Mandiri (TUM)1 di Kecamatan Teluknaga yang memelihara 15.000 ekor sapi, TUM2 di Kecamatan Sepatan yang memelihara 5.000 ekor sapi, dan di Agri Satwa di Kecamatan Legok yang memelihara 10.000 ekor sapi. Dari 30.000 ekor sapi itu, dibagi menjadi 20.000 ekor sapi siap potong dan 10.000 ekor untuk buffer stock.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Tangerang, Didi Aswadi menambahkan, konsumsi daging sapi masyarakat selama Ramadan meningkat menjadi enam gram per hari, dibanding hari biasa rata-rata dibawah lima gram per hari. Oleh karenanya, kebutuhan daging sapi per hari dipastikan naik menjadi 23,01 ton.

Santo Hasan, Direktur PT TUM menjawab SP mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 25.000 ekor sapi impor dari Darwin Australia yang kemudian digemukkan di Tanjung Burung Teluk Naga dan Penggemukan sapi di Kampung Kelor, Sepatan. Sapi siap potong itu, kata dia, telah disiapkan dari jauh-jauh hari untuk mnyambut puasa dan Lebaran. [132/M-16]

SP/Dewi Gustiana

Sumber: Surat Kabar Harian Suara Pembaruan


Responses

  1. walah Q rak mudeng ki Lo…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori