Oleh: Majalah Infovet (Infovet Magazine) | September 22, 2007

Mentan: Daging Sapi Cukup

Di Makassar, Harga Tetap Tinggi Meski Ada OP

Menteri Pertanian Anton Apriyantono menegaskan, persediaan daging sapi untuk keperluan Lebaran tahun ini cukup. Jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa persediaan daging terbatas atau bahkan habis, itu adalah cara untuk meningkatkan harga.

Seusai berdialog dengan para peternak sapi di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (20/9), Anton menambahkan, pernyataan bahwa persediaan daging habis adalah permainan pasar. “Itu biasa. Justru saya sekarang mau mengecek apakah di peternakan- peternakan besar sapi-sapi potongnya memang habis atau masih ada,” ujar Menteri Pertanian (Mentan).

Seusai berdialog dengan para peternak sapi, Anton meninjau penggemukan sapi potong Karyana, yang lokasinya juga di Kecamatan Parungkuda. Di peternakan tersebut, lebih dari 2.000 sapi berbagai jenis sudah siap potong untuk konsumsi masyarakat. Populasi di peternakan tersebut, termasuk kerbau, mencapai 5.100 ekor.

“Ternyata, setelah kami cek, masih banyak sapi yang siap dipotong. Itu artinya, kebutuhan daging sapi nanti akan tercukupi,” kata Anton lagi.

Menurut dia, yang terjadi selama ini sebetulnya bukan kekurangan pasokan daging, tetapi buruknya sistem distribusi ke pasar. “Pasokan tidak masalah. Yang perlu kami atur adalah pasokan dan sistem distribusinya lancar sehingga di satu tempat tidak perlu terlalu lama kekurangan daging karena hal itu akan memicu kenaikan harga,” kata Anton menambahkan.

Harga daging pada Lebaran tahun ini, menurut Anton, hanya naik sekitar Rp 2.000 per kilogram jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Namun, jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, kenaikannya memang signifikan.

Di Purwakarta, Dadang Indra Purnama, Ketua Asosiasi Pedagang Komoditas Agro (APKA) Kabupaten Purwakarta, menyatakan, fluktuasi harga sejumlah komoditas menjelang Lebaran tahun ini wajar. “Harga beberapa komoditas memang naik, tapi ada juga yang justru cenderung turun sekarang ini,” ujarnya.

Muchamad Taufik, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal Purwakarta, mengatakan, hasil survei harga di tiga pasar tradisional di daerah itu (tanggal 20 September 2007) menunjukkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas, seperti minyak goreng curah, kacang tanah kupas, gula pasir, dan kelapa kupas.

Yang harganya masih cenderung naik, lanjut Taufik, adalah tepung terigu, kentang, tomat, telur ayam, cabai rawit, buncis, serta seluruh jenis ikan asin.

OP di Makassar

Dari Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan, memasuki pekan kedua Ramadhan ini, harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kota Makassar belum juga turun. Harga beberapa komoditas bahkan cenderung terus melambung. Minyak tanah juga sudah sulit diperoleh di sejumlah tempat. Kalaupun ada, harganya mencapai Rp 2.800 per liter, jauh dari harga eceran tertinggi yang Rp 2.300 per liter. Operasi pasar (>small 2small 0<) sembako, termasuk minyak tanah, yang dilakukan pemerintah belum bisa menekan harga yang tinggi.

Sumber: Surat Kabar Harian Kompas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori